> >

Monday, October 17, 2011

Keluarga "orang tua" atau teman "sahabat" ??



Sahabat

Dua unsur ini hampir sama, tapi sangat jauh berbeda jika kita tidak bisa membedakan dan memilih mana yang lebih penting. Mereka sama-sama berfungsi sebagai orang terdekat. Orang yang membantu kita, menyenangkan hati kita, dan orang yang ada di hari-hari kita

Keluarga (orang tua) merupakan saudara sedarah yang kita miliki. Mereka menerima segala kekurangan yang kita miliki. Jelek, Cacat, sifat jelek, dan hal buruk sekali pasti mereka terima.
Sedangkan
Teman (sahabat) adalah orang terdekat yang sudah kita anggap seperti saudara. tapi Apakah mereka mau menerima kekurangan kita ? Bau badan kita, wajah kita, fisik kita sifat kita.. Ada ! tapi 1 : 1000.000 manusia ada dunia ini yang ada seperti itu, Ada orang yang bilang "sahabat segalanya bagiku", Ada yang bilang "aku sayang sahabat", tapi coba disadari seberapa banyak mereka ada disaat kita senang atau susah ?

Saya yakin banyak yang melakukan hal ini, yaitu hal yang lebih mementingkan kepentingan dan ajakan seorang teman (sahabat) dari pada kepentingan dan ajakan keluarga (orang tua). secara tidak sadar mereka (saya sendiri) melakukan hal ini. Saya atau anda yang membaca ini, dan bukan berarti semuanya ... secara tidak sadar lebih senang dengan teman terdekat dibandingkan dengan keluarga kita sendiri yang sudah jelas-jelas membesarkan, memandikan kita, menyuapkan makanan disaat kita kecil.

Untuk hal ini saya akan bercerita terhadap diri saya sendiri.

Ntah kenapa dari kecil saya senang dengan yang namanya teman, saya orang yang menghargai teman, orang yang mau mengorbankan materi untuk seorang teman, berusaha meluangkan waktu untuk ajakan teman walaupun waktu tersebut tidak mungkin untuk diluangkan.

Pertama kali saya mempunyai teman dekat waktu SD kelas 5-6, saya orang yang selektif dalam memilih teman dekat. Yaitu orang yang tidak brandal dan rusuh. Kelas 5-6 SD ini saya mempunyai teman dengan nama inisial I-A dan J-M , merekalah yang menjadi teman dekat. Mereka teman yang pintar, juga tidak banyak menyusahkan. Hari-hari bersama mereka, bermain, belajar dan hal itu menjadi kenangan. *End (lost contact)

Setelah selesai SD, lanjut ke SMP dan mempunyai teman dekat kelas 2-3 mempunyai teman dekat Inisial O-M-P-P dan H-G , hari-hari bersama mereka dijalani seperti biasa. Belajar, cerita-cerita, dan kelakuan-kelakuan bodoh yang juga menjadi kenangan... *End (lost contact)

Lanjut SMA, dengan sifat selektif dalam memilih teman jadi butuh waktu lama untuk menilai seseorang untuk dijadikan teman dekat, kelas 2 SMA baru bisa memilih teman yang bisa didekati untuk menemani hari-hari disekolah atau diluar sekolah. Seperti biasa banyak hal-hal bodoh yang membuat itu juga jadi kenangan. Inisial Mereka W-G-M, T-H-B-Z, dan F-D-F. *Sampai sekarang dan berharap sampai mati tetap menjadi teman dekat (saudara angkat)

Disini saya akan bercerita hal-hal yang tidak wajar yang saya lakukan terhadap teman dari pada keluarga saya sendiri. Banyak hal yang saya sadari betapa pilih kasih nya saya kepada keluarga dari pada teman. Hal yang saya ingat sewaktu SD, pada saat perpisahan kelas 6. Jadi kami bertiga menentukan waktu untuk pergi makan-makan dalam rangka perpisahan. Kami bertiga pergi makan ke CFC, sehabis makan dan sewaktu membayar, saya membayar paling besar padahal ekonomi keluarga saya jauh di bawah ekonomi keluarga mereka yang kaya.
Kalau tidak salah ingat, total biaya makan tersebut sebesar 150rb, saya nyumbang bayar 100rb yang satu nya nyumabg 50rb dan yang satunya lagi tidak menyumbang sama sekali. Malahan tidak ada perasaan marah atau gimana karna pembayaran itu tidak seimbang. 

Cerita lain yang saya ingat adalah disaat ulang tahun seorang teman dengan inisial T-H-Z. Hal tak wajar yang saya lakukan itu jika dilihat dari "pilih kasih" yang saya lakukan dibandingkan dengan keluarga saya sendiri. Bahwa untuk ulang tahun teman saya ini, saya memikirkan bagaimana merayakan ulang tahunnya, ada sedikit persiapan, dan sedikit pengorbanan. Saya mengorbanan koleksi uang asing untuk ditukarkan Mata uang Indonesia agar dapat digunakan untuk membeli hadiah ultah, dan hal ini tidak membuat saya terbebani. Intinya "Asal teman senang saya juga senang"

Banyak hal-hal lain yang tidak bisa saya ceritakan. Saya membayangkan, sifat Berlebihan yang saya lakukan untuk seorang teman, yang belum tentu mereka mau menerima saya apa adanya, menerima kekurangan saya, belum tentu teman dekat itu menjadi sahabat kita selamanya contohnya teman SD dan SMP saya sebelumnya dan juga lain sebagainya. Kita sebagai makhluk sosial emang butuh seorang yang dianggap dekat tapi dibalik itu ada yang lebih penting dibandingkan seorang teman dekat yaitu keluarga kita sendiri

Sekarang saya banyak bertanya kepada diri sendiri, terhadap apa yang saya lakukan untuk teman dari pada keluarga saya sendiri !

Dulu saya mengorbankan waktu untuk ajakan teman, Apakah perintah atau ajakan orang tua saya sendiri ikhlas saya jalaninya ? yang ada malah wajah merengut.

Dulu saya mengorbankan uang untuk menyenangkan teman, saya traktir teman disaat ada uang lebih, saya belikan hadiah ulang tahun disaat teman ulang tahun. Apakah saya pernah memberi keluarga saya hadiah ulang tahun atau mengucapkan selamat ulang tahun ???  Malahan untuk keluarga saya sendiri hal tersebut jarang dilakukan, saya tidak pernah merayakan ulang tahun keluarga, saya tidak pernah membeli kado ulang tahun untuk keluarga atau orang tua saya sendiri, hal kecil mengucapkan "Selamat ulang tahun" pun tidak pernah saya lontarkan. Jika dipikir-pikir betapa bodohnya diri ini. Inilah sifat berlebihan saya terhadap teman.

Untuk saat ini, sifat berlebihan itu mulai saya hilangkan. Biarlah dianggap pelit atau sebagainya.
Untuk tulisan saya ini, bukan berarti menyalahkan seorang teman dekat (sahabat) tapi sahabat yang benar itu adalah sahabat yang dapat mengerti, memahami, menghargai, menerima kita apa adanya. Saya juga bukan seorang  sahabat yang baik, saya juga belum tentu menerima kekurangan sahabat saya sendiri, tapi saya berusaha belajar untuk itu.

Prinsip orang tua terhadap diri kita : Bahagiaku surga mereka dan deritaku pilu mereka (karya : febi - Puisi Wisuda)

Keluarga, sahabat, atau pasangan (pacar) sulit untuk di pilah. Pikirkanlah mana yang terpenting dari ketiganya, pikirkan apa yang kita lakukan untuk memilih diantar ketiganya ! Ketiga nya baik tapi tidak baik jika tidak adil.

Jefriadi Azwar's

Reaksi:

2 komentar:

baru Pertama kali mampir di Blog nya Jep... KEREN !!! Langsung Ceker2 semua isinya..

Pengen Nulis2 seperti ini juga.. tapi masih dalam hayalan.. hahaha

Makasi bang, :D

Sesuatu tulisan yang tertanam dalam pikiran, sayang jika tidak dituangkan .... heheh

Baru nyadar sekarang, coba dari dulu-dulu aktif ngeblog nya pasti udah banyak postingannya :D

Makasi abang senior atas Kunungannya :D

Post a Comment