> >

Sunday, September 25, 2011

|Korban HoDe| Berawal Game Online dari Internet


Masa Suram Di Dunia Maya (Game Online)
by : Jefriadi

Dunia sangat indah jika kita bisa menyelesaikan semua masalah, dunia sangat susah dikendalikan jika hanya bisa menyalahkan keadaan. Banyak hal yang membuat kita tidak bisa mengendalikan diri dari lika liku yang ada didunia. Zaman sekarang sudah jauh berubah, teknologi dunia maya sudah semakin canggih. Dulu permainan game hanya bisa dimainkan sendiri atau dalam satu permainan hanya bisa dimainkan berdua. Sedangkan sekarang hanya dalam satu permainan bisa dimainkan oleh jutaan player, jadi game tersebut menjadi lebih nyata.
Ini cerita Game Online ku, berawal dari Seorang abang ipar membuka Warnet dari sanalah awalku memegang computer pada saat kelas satu SMP. Dulu orang-orang masih kagum dengan game-game cupu seperti game Tarzan, dulu mereka ter Nga-Nga(bayangkan kuda nil lagi ngantuk) sampai-sampai game Tarzan bisa ku Jual kepada teman-teman SMP dengan harga Rp. 20.000,- (bisa naik haji ni), mereka tidak mengerti masalah copy paste, jadi mereka mengira game itu hanya bisa dibeli hanya dengan ku. *Itu dulu
Tapi sekarang aku mulai mengenal Game Online (kelas tiga SMP). Game pertama yang ku mainkan adalah Game Online perang-perang (sebut saja game online A, game ini terlihat biasa. *Lanjut. Setelah beberapa lama main game online A aku mulai mengenal dengan game RPG (Role Playing Game) sebut saja game online B . Ampunnn ….. aku langsung merinding dengar nama itu. Aku rindu, Aku kangen, Aku cinta pada masa-masa main game tersebut. Banyak kenangan, banyak masalah, banyak cerita yang tercipta. Game itu terasa nyata, game itu terasa berbeda, dan game itu terasa dunia kedua bagiku.
Aku kecanduan, mereka yang biasanya kecanduan Narkoba tapi aku berbeda, karna aku sudah kecanduan dengan Game Online. Mereka yang biasanya sakau jika tidak dapat Narkoba tapi aku Galau jika sehari tidak main Game Online. Yup sudah terbukti, 90% orang yang terlibat Game Online akan kecanduan berat. Jadi jangan sekali-kali main Game Online jika tidak bisa mengontrol diri.
Duh jadi curhat… langsung aja ke permasalahan aneh, yang ku dapat dari bermain game ini. Berhubung aku kecanduan aku sangat berharap bisa main 24 jam sehari 7 hari seminggu tapi apa boleh buat aku seorang pelajar (*alasan, mainnya aja numpang). Aku biasa main setiap malam jum’at, sabtu, dan malam minggu. Tiga malam itu aku selalu begadang, “kenapa harus main malam ?” seorang anak TK bertanya. “Karna kalau malam warnet nya kosong, secara abang kan mainnya numpang” ku menjawab.
Efek begadang yang kulakukan membuat mata bengkak, hingga orang menyangka aku seorang pemakai (jiah … GAOL banget gw, baru SMP udah pake Narkoba, ngirup asap rokok aja malas). Efek lainnya karna begadang, Sewaktu aku main game pas malam jum’at, besok pagi nya langsung sekolah. Kenapa aku nekat begadang malam jumat dan malam sabtu padahal kan besoknya sekolah. Karna hari jum’at dan sabtu pulangnya sampai jam 12 jadi aku masih sanggup tahan kantuk. Tapi hari jum’at ini beda, hari jumat ini aku teramat sangat malu, malu sama Tuhan ku.. Malamnya begadang besok nya sekolah, pulang sekolah mandi dan langsung sholat Jum’at. Berhubung Khotibnya masih cuap-cuap aku mencoba cari posisi uenak(baca:enak), aku lipat tangan ku diatas lutut yang ku angkat, dan kepala yang menunduk. *20 menit kemudian…… ada orang yang pukul pundak hingga aku terbangun. Liat kiri kanan orang udah pada pulang, aku pun dengan wajah santai langsung melangkah pasti pulang kerumah dan perasaan teramat sangat malu. 
Sampai dirumah aku coba merenung, betapa malunya tubuh ini… sudah besar tapi bisa-bisa nya tidur disaat orang sholat Jum’at … *Ya Tuhan maafkan hamba mu ini
*Lanjut…. Game Online emang bisa menghilangkan stress, dan juga menghilangkan nyawa akibat kekurangan tidur. Game Online emang asik …Seperti yang aku bilang sebelumnya bahwa game online terasa seperti Dunia Kedua Bagiku, didalam game tersebut bisa menjadi orang yang disegani, jadi pemimpin, mencari teman, pacaran, tambah lagi efek suara didalam game tersebut yang mendukung membuat suasana terasa menjadi lebih hidup. Aku akan bercerita Mewakili perasaan seorang gamer yang menjadi teman baik atau bisa dibilang saudara dalam game tersebut. Cerita di bawah aku dapatkan dan aku rasakan dari percakapan panjang yang "korban" ceritakan. Di bawah ini aku akan bercerita seolah-olah aku adalah dirinya (seorang sahabat yang aku maksud)
Cewek-ku Seorang Cowok Gendut dan Berjerawat. “this is real”
Sebut saja nama ku Boy(Sengaja aku samarkan namanya.. takut kalau-kalau orang yang aku maksud baca tulisan ini :D ), yang masih kuliah di Universitas swasta Salatiga - Jawa Tengah. Aku seorang pria melankolis yang hobby menangis dan sering pipis di celana jeans. Keseharian pria seperti ku tidak ada yang special, setiap hari sibuk duduk didepan computer butut sambil main game. Pecinta game seperti ku membuat aku terus mencari game terbaru, sampai-sampai ku mengenal Game Online B, Aku tergila-gila dengan game ini, disinilah waktuku habis, sampai-sampai waktu makan dan mandi pun hilang gara-gara game ini(efeknya jadi kayak mummy hidup). Aku nyaman dan terobsesi atas apa yang ada didalam game tersebut. Aku merasa ingin masuk kedunia game tersebut, aku ingin game itu nyata ada di kehidupan ku.
Kenapa aku ingin sekali game itu jadi kenyataan. Bayangkan, pada dunia nyata aku hanya seorang pria kurus yang jarang mandi, sedangkan di Dunia game aku seorang pria(baca:character) tampan, gagah, dan disegani. Selain itu didunia Game aku juga banyak uang, aku bisa melawan monster dengan gagah berani, banyak cewek-cewek yang ngajak party(baca:ngedate). Tapi itu hanya mimpi, itu hanya game, ada waktunya aku terbangun atau berhenti bermain disaat hutangku di warung Internet melampui batas.
Apa yang membuat ku seperti itu ? yah awalnya hanya iseng mengikuti teman kewarnet, dan melihat mereka yang asik sambil teriak histeris sambil menyebut semua nama Hewan yang ada di Hutan. Wajah mereka berminyak, Aroma mereka pun bau Ketiak… Aku berpikir, sehebat apa game ini sampai mereka lupa akan tubuh mereka sendiri. Bermula dari iseng-iseng mencoba, dari pada cuman ngeliat akhirnya jadi tau … Nah lo, kok besoknya pingin main lain .. *wah aku jadi sakau dengan game nya.
Yang dulunya kehidupan ku sedikit parah, karna kerjaan ku hanya duduk didepan computer dan aku tidak menyadari bahwa akan tambah Super Parah jika aku main Game Online. Hidup ku semakin tidak karuan, Pagi, Siang dan Malam hanya focus di Warung Internet. Makan, tidur, minum, ngerokok semua kulakukan di Warnet. Pulang kerumah cuman jam empat sore, ibarat ngisi absen dan ngeliatin muka ke orang tua (secara tidak langsung memberi berita bahwa anaknya masih Hidup)
Lah, Bagaimana kuliah ku ? Jangan ditanya, anak TK juga tau jawabannya. Yah… jelas hancur, ujung-ujung nya DO (Drop Out) *Selamat tinggal Mahasiswa. Beberapa lama mencicipi game online masih tidak bisa sadar bahwa itu merusak. Tak masalah, mudah-mudahan ada nilai positifnya.
Aku sangat menikmati candu ini, aku semakin giat bermain agar aku jadi orang nomor satu di game ini. Semakin terkenal semakin banyak player yang mendekat, sampai aku berkenalan dengan seorang player yang bernama Delvia. Nama yang sungguh anggun, orangnya baik dan responnya bagus. Kami hanya berkomunikasi melalui chat yang ada didalam game tersebut. Kami selalu hunting monster bersama, selalu menghadapi masalah bersama-sama (jadi teringat film Korea). Seperti dunia nyata, aku jadi jatuh cinta dan ingin mencoba dekat dengan dia. Awal PeDeKaTe aku memberi respon yang lebih banyak, kami selalu chattingan bersama, hunting monster bersama, memberi Equipment untuk dia(baca:character). Sudah banyak yang kami ceritakan, mulai dari suku, domisili, keluarga, dan hal canda tawa lainnya. Kami semakin cinta… enam bulan bersama (dalam game), aku tidak ingin hubungan ini hanya pada dunia maya,   dan aku pun berniat bertemu langsung dengannya (Sajak a a a a) . Delvia berdomisili di Palembang, dengan perasaan yakin dan modal cinta, aku memberanikan diri pergi ke Palembang menemui pujaan Hati Delvia. Hal itu aku lakukan tanpa sepengetahuan Delvia (Ngasih Surprise gitu :P ). Hati sudah mantap, niat sudah bulat untuk berangkat ke Palembang ditemani satu orang teman dan dengan duit sangat pas-pas untuk ongkos bus pulang pergi dan juga duit makan.*Lanjut …Berangkat Menggunakan bus menuju Palembang, sampai di Palembang tidak tau arah mau kemana, jalan kesana-kemari. Yah… Delvia memang tidak pernah menceritakan alamat lengkap rumahnya, tapi aku tetap nekat. Sambil menghubungi ayank Delvia, aku mencari Mesjid terdekat untuk Istirahat. Aku terus mencoba menghubungi ayank Delvia, aku terus mencari keberadaan Delvia. Ternyata Nihil .. Delvia tidak ada kabar, sedikit hampa, sedikit capek(baca:sangat capek), dan sangat kecewa. Besoknya aku terus mencari kepastian keberadaan Delvia, tetap saja Nihil. Aku sudah dua hari numpang tidur di Mesjid, (aku sengaja mengerjakan sholat lima waktu, sekalian ambil Hati penjaga Mesjidnya ). Hari ke-tiga tidak mungkin lagi, berhubung tidak ada lagi tempat untuk tidur karna ngeliat wajah penjaga mesjid nya sudah seperti ikan arwana nguap. Siang harinya aku langsung berangkat lagi ke Salatiga dengan hati yang sungguh hancur, ingin rasanya terjun dari jembatan Ampera, tapi gak tega ninggalin teman yang sudah capek nemani aku (*alasan).
Sesampai di Salatiga, esokan harinya aku coba online game, aku cari keberadaan Delvia (didalam game) tapi tetap tidak ada. Aku mencari info dengan orang-orang terdekat Delvia, mencoba mengorek-ngorek informasi tentang Delvia karna kecurigaan ku muncul karna tidak munculnya sang pujaan hati disaat aku sudah sampai di Palembang. Semakin dalam aku mencari informasi ternyata hasilnya sudah pasti, ternyata dia seorang cowok gemuk, berjerawat, jarang mandi, dan jomblower.
Tubuh ku kaku, hati ku galau, tubuhku ngilu, berharap cinta sejati tapi yang dapat cinta makan hati. Aku terlalu bodoh, terlalu polos, tidak sadar akan kecurigaan yang ada selama ini.

Sok polos banget saya, jadi teringat dengan alasan nya(baca:delvia) setiap kali aku ingin Nelp. "Telp lagi di tahan mama" .... Jiah... kayak anak SD aja.

Mencoba kayang takut tulang ku patah, mencoba bunuh diri takut masuk neraka karna hutang di warnet belum lunas.
Ingin rasanya kucaci, kucari tersangka dan kupotong Pisang(*sensor) dan rambutannya, aku kasih monyet,
Sial hancur … jadi malas ngapa-ngapain2, malas makan, malas tidur, malas mandi, maunya bunuh diri aja.
Tapi biarlah semua masalah ada Hikmahnya, semua kejahatan ada balasannya, semua Pria kurus cantik ceweknya *itu pasti
Buat Gamers Online korban HoDe (baca: Homo Detected) , SALAM KENAL !
*HODE adalah julukan bagi cowok yang berbicara, bertingkah laku, dan memainkan character cewek didalam Game Online




Reaksi:

5 komentar:

Benar banget kk, Game Online udah sangat amat menjamur ... Banyak Korban. Baik Jiwa, Kuliah, Materi, dah banyak hal lainnya !!

namanya juga MMORPG= Many Man Online Role Playing as Girl,80% cwe d dlm game itu yang maen cwo makannya hati2,have fun aja jng d anggap serius klo punya couple d game

wah untung saya gak kecanduan game online....malah gak ngerti apa itu game online he he ........

kalau bisa anak2 jangan main game online

game adalah cara halus merusak otak anak... tau kenapa..?

Post a Comment